5. Dampak Negatif Korupsi yang Ditimbulkan
Korupsi menunjukkan
tantangan serius terhadap pembangunan didalam dunia politik , korupsi
mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance).
Korupsi sangat berdampak negatif pada kehidupan
masyarakat sekitar. Adapun dampak korupsi yang terlihat secara langsung dan
tidak langsung adalah sebagai berikut :
- Kenaikan harga-harga barang akibat anggaran APBN yang dikorupsi
- Bertambahnya rakyat miskin dikarenakan uang tunjangan bagi rakyat miskin yang seharusnya disalurkan dikorupsi.
- Mahalnya biaya yang harus rakyat keluarkan untuk mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang seharusnya bersubsidi.
- Kesenjangan pendapatan semakin tinggi.
- Banyaknya rkyat yang di PHK akibat perusahaan kecil tempat mereka kerja gulung tikar akibat dana investasinya dikorupsi.
- Dan masih banyak lagi dampak negatif korupsi.
5.1 Dampak Korupsi
Apapun alasannya, korupsi merupakan tindakan yang
tidak bisa dibenarkan dilihat dari aspek manapun. Banyak kepentingan publik
yang terbengkalai, juga kerugian negara yang sangat besar akibat dari korupsi
itu sendiri. Selain itu, korupsi juga memberikan dampak negatif di berbagai
bidang yang meliputi:
Dampak akibat korupsi bagi negara yang utama adalah di
bidang demokrasi. Bagi Anda yang pernah menjadi Dewan Pemilih Tetap (DPT) saat
pesta demokrasi (pemilu) berlangsung pasti pernah mengetahui yang disebut
“serangan fajar”. Sejumlah calon tetentu memberikan imbalan uang bagi siapa
saja yang memilihnya saat pemilu, sehingga ia terpilih menduduki jabatan
tertentu. Pemberian imbalan uang tersebut sifatnya adalah sogokan. Beberapa
memang tidak memberikan uang untuk melancarkan jalannya menduduki suatu
jabatan, namun ia memberikan barang tertentu kepada masyarakat. Apapun bentuk
sogokan yang diberikan tersebut adalah salah satu bentuk korupsi. Sayangnya,
masyarakat Indonesia kebanyakan tidak cukup cerdas untuk memikirkan dampak
jangka panjang jika mereka menerima sogokan tersebut.
Saya contohkan sebuah kasus ringan yang sangat sering
terjadi saat pemilu. Ada 2 orang dari daerah yang sama yang mencalonkan
diri mejadi anggota DPR. Sebut saja A dan B. Si A memiliki kepribadian pemimpin
yang baik, mampu mengayomi, memberikan bantuan untuk kasus-kasus sosial yang
terjadi di lingkungannya. Saat detik-detik menjelang berlangsungnya pemilu, si
A menggunakan cara yang jujur, sedangkan si B memberikan uang kepada para calon
pemilih agar ia terpilih menduduki kursi DPR. Karena para pemilih yang memilih
sogokan dan juga tidak memikirkan dampak panjang, akibatnya si B yang justru
terpilih menduduki kursi DPR, padahal dari segi kemampuan, si A lebih kompeten
dibanding si B. Itulah salah satu contoh dampak korupsi bagi berjalannya
demokrasi di Indonesia. Maka jangan salah jika ada semboyan “Jadilah masyarakat
yang baik jika menginginkan pemimpin yang baik”.
2. Bidang Ekonomi
Maju tidaknya suatu negara biasa diukur dengan tingkat
ekonomi negara tersebut. Dan penelitian juga telah membuktikan, makin maju
suatu negara biasanya diikuti dengan makin rendahnya tingkat korupsu negara
tersebut. Korupsi memang biasa terjadi di negara-negara berkembang. Maka tidak
heran pula, jika negara-negara berkembang memiliki perekonomian yang tidak baik
dan relatif tidak stabil. Bahkan pada beberapa kasus, sering ditemukan
perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi dengan pejabat mampu bertahan dan
dilindungi dari segala macam persaingan. Akibatnya, perusahaan-perusahaan
yang tidak efisien bertahan dan justru merugikan perekonomian negara.
Para ahli ekonomi juga menyebutkan bahwa buruknya
perekonomian di negara-negara Afrika ternyata disebabkan oleh tingginya tingkat
korupsi negara tersebut. Para pejabat yang korup, menyimpan uang mereka di
berbagai bank di luar negeri. Bahkan ada data yang menyebutkan bahwa besarnya
uang simpanan hasil korupsi pejabat-pejabat Afrika yang ada di luar negeri
justru lebih besar dibandingkan hutang negaranya sendiri. Maka tidak heran jika
ada beberapa negara di benua Afrika yang sangat terbelakang tingkat ekonomi dan
juga pembangunan insfrastrukturnya, padahal jika dilihat dari kekayaan alam,
mereka memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa.
3. Bidang Keselamatan dan Kesehatan
Manusia
Anda mungkin masih mengingat robohnya jembatan Kutai
Kertanegara. Masih ada kasus-kasus lain mengenai kerusakan fasilitas publik
yang juga menimbulkan korban jiwa. Selain itu, ada pula pekerja-pekerja
fasilitas publik yang mengalami kecelakaan kerja. Ironisnya, kejadian tersebut
diakibatkan oleh korupsi. Bukan rahasia jika dana untuk membangun
insfrastruktur publik merupakan dana yang sangat besar jika dilihat dalam
catatan. Nyatanya, saat dana tersebut melewati para pejabat-pejabat
pemerintahan, dana tersebut mengalami pangkas sana-sini sehingga dalam
pengerjaan insfrastruktur tersebut menjadi minim keselamatan. Hal tersebut
terjadi karena tingginya resiko yang timbul ketika korupsi tersebut memangkas
dana menjadi sangat minim pada akhirnya. Keselamatan para pekerja dipertaruhkan
ketika berbagai bahan insfrstruktur tidak memenuhi standar keselamatan karena
minimnya dana.
4. Bidang Kesejahteraan Umum
Dampak korupsi dalam bidang ekonomi lainnya adalah
tidak adanya kesejahteraan umum. Anda pasti sering memperhatikan tayangan
televisi tentang pembuatan peraturan-peraturan baru oleh pemerintah. Dan tidak
jarang pula, ketika dicermati, peraturan-peraturan tersebut ternyata justru
lebih memihak pada perusahaan-perusahaan besar yang mampu memberikan keuntungan
untuk para pejabat. Akibatnya, perusahaan-perusahaan kecil dan juga industri
menengah tidak mampu bertahan dan membuat kesejahteraan masyarakat umum
terganggu. Tingkat pengangguran makin tinggi, diikuti dengan tingkat kemiskinan
yang juga semakin tinggi.
5. Pengikisan Budaya
Dampak ini bisa terjadi pada pelaku korupsi juga pada
masyarakat umum. Bagi pelaku korupsi, ia akan dikuasai oleh rasa tak pernah
cukup. Ia akan terus-menerus melakukan upaya untuk menguntungkan diri sendiri sehingga
lambat laun ia akan menuhankan materi. Bagi masyarakat umum, tingginya tingkat
korupsi, lemahnya penegakan hukum, akan membuat masyarakat meninggalkan budaya
kejujuran dengan sendirinya. Pengaruh dari luar akan membentuk kepribadian yang
tamak, hanya peduli pada materi, dan tidak takut pada hukum.
6. Terjadinya Krisis Kepercayaan
Dampak korupsi bagi negara yang paling penting adalah
tidak adanya kepercayaan terhadap lembaga pemerintah. Sebagai pengamat,
masyarakat Indonesia saat ini sudah semakin cerdas untuk menilai sebuah kasus.
Berdasarkan pengamatan, saat ini masyarakat Indonesia tidak pernah merasa puas
dengan tindakan hukum kepada para koruptor. Banyak koruptor yang menyelewengkan
materi dalam jumlah yang tidak sedikit, namun hanya memperoleh hukuman tidak
seberapa. Akibatnya, rakyat tidak lagi percaya pada proses hukum yang berlaku.
Tidak jarang pula masyarakat lebih senang main hakim sendiri untuk
menyelesaikan sebuah kasus. Hal tersebut sebenarnya merupakan salah satu tanda
bahwa masyarakat Indonesia sudah tidak percaya dengan jalannya hukum, terutama
dengan berbagai tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam menangani kasus
korupsi.
Berbagai kasus korupsi yang terjadi di Indonesia
memang sangat memprihatinkan. Berbagai faktor bisa menyebabkan korupsi itu
terjadi. Langkah yang paling tepat adalah memiliki kesadaran untuk diri sendiri
terlebih dahulu. Kesadaran untuk mengutamakan kejujuran akan mencegah kita
melakukan hal-hal negatif seperti korupsi. Selanjutnya, kebijakan untuk memperbaiki
mental bangsa, juga memperbaiki kebijakan hukum akan menciptakan negara yang
bebas korupsi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar